Pengertian Ausbildung

Banyak generasi muda di seluruh dunia (termasuk Indonesia) mendaftar program Ausbildung di Jerman.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan pengakuan keahlian profesi yang setara dengan standar Jerman agar dapat bekerja di Jerman.

Negara Jerman membutuhkan banyak tenaga kerja khususnya di bidang keperawatan, perhotelan, restoran dan chef karena orang Jerman dan orang yang berasal dari Eropa tidak berminat untuk mengisi profesi tersebut.

Ausbildung adalah Program Pendidikan dan Pelatihan Profesi selama 3 tahun di Jerman.

Untuk dapat mengisi kekurangan tenaga kerja tersebut, pendaftar dari Indonesia tidak dapat langsung bekerja karena Pendidikan dari Indonesia secara umum tidak setara dengan pendidikan di Jerman dan banyak penyesuaian yang harus dilakukan.

Oleh karena itu, pendaftar dari Indonesia harus mengikuti Ausbildung dulu selama 3 tahun, setelah lulus Ausbildung baru dapat bekerja di Jerman sebagai profesional.

Ausbildung Sistem Ganda

Ausbildung berbasis perusahaan atau Ausbildung sistem ganda adalah satu cara untuk mendapat kualifikasi profesi di Jerman.

Ausbildung sistem ganda menggabungkan teori dan praktik serta berlangsung di dua tempat belajar, yaitu di sekolah vokasi dan di perusahaan.

Di sekolah vokasi, para Azubi (calon tenaga ahli)—begitulah panggilan untuk mereka yang mengikuti Ausbildung—belajar dasar-dasar teknis dan juga mata pelajaran umum seperti bahasa Jerman dan matematika.

Mereka mendapat pelatihan praktik di perusahaan selama kurang lebih dua pertiga waktu Ausbildung.

Di sana para Azubi (calon tenaga ahli) dibina oleh sejumlah pelatih. Standar Ausbildung dan ujian di tingkat nasional menjamin kualitas Ausbildung.

Ausbildung sistem ganda di Jerman memiliki reputasi yang sangat baik di luar negeri. Banyak juga kaum muda dari Indonesia yang tertarik.

Kami semakin sering menerima pertanyaan seputar Ausbildung sistem ganda. Jumlah pembelajar yang mengikuti kursus bahasa kami dalam rangka persiapan untuk Ausbildung juga terus meningkat.

Karena itu, di sini kami mengumpulkan beberapa informasi tentang Ausbildung berbasis perusahaan.

Masa Program Ausbildung Sistem Ganda

Lamanya Ausbildung sistem ganda itu antara dua sampai tiga setengah tahun. Lamanya tergantung kepada masing-masing profesi Ausbildung.

Tapi pada umumnya Ausbildung sistem ganda berlangsung selama tiga tahun dan dianggap rampung setelah peserta lulus ujian akhir.

Pada kondisi tertentu, masa Ausbildung juga bisa dipangkas atau diperpanjang.

Tingkat Kemampuan Bahasa Jerman yang dibutuhkan

Penguasaan bahasa dan budaya Jerman dengan baik sangatlah penting.

Bagaimana pun, para Azubi (calon tenaga ahli) Indonesia harus betah di Jerman dan bisa menjalani kehidupan rutinitas sehari-hari.

Bahasa pengantar di sekolah vokasi adalah bahasa Jerman dan ujian pun diselenggarakan dalam bahasa Jerman.

Pada umumnya, kemampuan bahasa yang diminta minimal tingkat B1.

Jika kita bermaksud ke Jerman untuk mencari tempat Ausbildung, kita harus menunjukkan bukti kemampuan bahasa minimal tingkat B2.

Jenis Visa Profesi yang diperlukan

Permohonan visa untuk menjalani Ausbildung profesi dapat Anda ajukan jika Anda sudah bisa menunjukkan bukti mengenai tempat Ausbildung di Jerman, mis. dalam bentuk kontrak Ausbildung.

Pada Ausbildung profesi berkualifikasi, proses penerbitan visa pada umumnya melibatkan persetujuan Badan Federal untuk Penempatan Tenaga Kerja (Bundesagentur für Arbeit).

Gaji atau Upah Ausbildung

Para Azubi mendapat upah Ausbildung. Besaran upah tergantung bidang dan lokasi perusahaan.

Di bagian timur Jerman, misalnya, upah rata-rata lebih rendah dibandingkan di bagian barat.

Saat ini, upah minimum yang ditentukan oleh undang-undang. Upah rata-rata Ausbildung di bidang keperawatan sebesar 1.140 Euro untuk tahun pertama. Untuk Ausbildung jurusan lain berkisar 850-900 Euro pada tahun pertama.

Upah yang diterima oleh peserta magang akan meningkat seiring berjalannya Ausbildung.

Bidang Pekerjaan Ausbildung yang Bisa Kalian Pilih

Bidang pekerjaan yang paling banyak mengalami kekurangan tenaga ahli di tingkat regional dan/atau nasional disebut juga dengan istilah Mangelberufe. Saat ini, bidang kesehatan dan perawatan termasuk kategori ini.

Namun di bidang MINT (matematika, informatika, ilmu pengetahuan alam, teknik) tenaga ahli juga sangat dibutuhkan.

Secara regional diperlukan tenaga ahli dan Azubi (calon tenaga ahli) untuk bidang perhotelan dan restoran (Positivliste Stand 09/2019).

Kegiatan Ausbildung di Jerman

Selama 3 hari setiap minggu, Anda akan menjalani praktik sekaligus bekerja di perusahaan.

Selama 2 hari setiap minggu, Anda akan menjalani proses pembelajaran teori dan praktikum di Berufsschule atau sekolah kejuruan.

Selama menjalani Ausbildung di jerman Anda akan berpindah-pindah departemen pekerjaan mulai dari pekerjaan yang paling mudah sampai pekerjaan yang tanggung jawabnya besar.

Yang paling penting adalah, Anda akan mendapatkan gaji yang dapat digunakan sebagai biaya hidup selama menjalani pendidikan di Jerman.

Anda hanya akan merepotkan orang tua hanya 1 tahun saat menjalani program persiapan di Indonesia.

Tahun berikutnya yaitu saat Tahun pertama di Jerman Anda sudah tidak merepotkan orang tua.

Berbeda dengan kuliah di Indonesia, Anda akan tetap merepotkan orang tua selama menjalani pendidikan 3 tahun dan bahkan setelah lulus pun pasti masih merepotkan orang tua.

Gaji yang di dapat pada saat Ausbildung tidak terlalu besar, tapi di sini tujuan Anda adalah mendapatkan keahlian terlebih dahulu sebelum terjun bekerja sebagai Profesional di Jerman maupun di negara Eropa lainnya.

Anda akan mendapatkan Gaji jauh lebih besar setelah Anda lulus Ausbildung dan bekerja sebagai Profesional di Jerman maupun negara Eropa lainnya tanpa di batasi waktu.

Peluang Kerja Setelah Lulus Ausbildung di Jerman

Negara Jerman membutuhkan banyak tenaga kerja di bidang keperawatan, perhotelan, restoran dan chef.

Setelah lulus Ausbildung, Anda dapat bekerja di Jerman karena telah memiliki keahlian yang setara dengan orang Jerman.

Selain itu, keahlian yang Anda miliki juga diakui di seluruh negara-negara Eropa maupun di negara-negara di seluruh dunia karena Anda lulusan Jerman (Made in Germany).

Biaya Pendaftaran Ausbildung di Jerman

Biaya yang Anda keluarkan adalah untuk persiapan, pendaftaran dan keberangkatan ke Jerman.

Yang dimaksud dengan biaya adalah biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan diri Anda sendiri agar memenuhi syarat untuk mendaftar Ausbildung di Jerman.

Dalam program Ausbildung tidak mengenal sistem potong gaji seperti program kerja ke luar negeri (TKI) pada umumnya.

Semua kebutuhan biaya mulai dari persiapan sampai keberangkatan ke Jerman dibiayai sendiri oleh Anda.

Anda jangan terlalu berharap mendapatkan bantuan pembiayaan dari pihak perusahaan di Jerman karena ini sangat sulit sekali kecuali Anda memiliki kualifikasi yang sangat Perfect dan sangat bagus sehingga pihak di Jerman sangat menginginkan Anda untuk Ausbildung di perusahaannya.

Bagi Anda yang ingin ke Jerman tetapi belum memiliki kemampuan keuangan, jangan memaksakan diri, kami sarankan untuk menabung terlebih dahulu atau dimulai dengan kursus bahasa Jerman terlebih dahulu.

Kursus Bahasa Jerman untuk Persiapan Ausbildung

Selain kursus Bahasa Inggris, saat ini ada banyak orang yang tertarik untuk kursus Bahasa Jerman guna memperdalam kemampuan Bahasa Jermannya. Hal ini tak luput dari meningkatnya keinginan masyarakat Indonesia untuk bisa bekerja maupun menimba ilmu di negeri yang dipimpin oleh seorang kanselir ini.

Jerman sendiri merupakan salah satu negara maju di Benua Eropa yang masyarakatnya memiliki kesejahteraan hidup tinggi. Hal ini tentu saja tidak luput dari kebijakan pemerintah Jerman yang bisa dikatakan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Di bidang profesional misalnya, para pekerja Jerman mendapatkan jatah cuti tahunan kurang lebih selama 24 – 30 hari. Pemerintah Jerman juga memberlakukan peraturan di mana setiap pekerja akan mendapatkan tunjangan seperti gaji ke 13, tunjangan bagi ibu hamil, dan lainnya. Tunjangan tersebut tidak hanya berlaku bagi pegawai negeri sipil saja, namun seluruh pekerja di bidang apapun.

Selain itu pemerintah Jerman juga sangat memperhatikan bidang pendidikan. Bisa dikatakan jika Jerman menjadi salah satu negara yang memiliki 390 Perguruan Tinggi Negeri yang diakui oleh dunia dan tersebar di lebih dari 170 tempat di Jerman.

Pemerintah Jerman juga memberlakukan subsidi bagi para mahasiswa baik dari Jerman sendiri maupun mahasiswa internasional yang menempuh pendidikan di Universitas negeri Jerman. Subsidi yang diberikan meliputi biaya kuliah hingga buku – buku perkuliahan.

Tak heran jika ada banyak masyarakat Internasional termasuk Indonesia yang ingin bekerja atau melanjutkan pendidikan di negara yang terkenal dengan tembok Berlinnya ini. Untuk bisa mewujudkan hal ini, banyak orang yang berusaha menguasai Bahasa Jerman dengan mengikuti kursus Bahasa Jerman.

Namun, selain kemampuan bahasa, bagi Anda yang ingin berkarier atau melanjutkan studi di Jerman juga perlu menyiapkan deposito. Menurut peraturan pemerintah Jerman, seorang pendatang yang ingin bekerja atau berkuliah di sana perlu membayar deposito sebesar 10.000 euro atau setara dengan 175 juta rupiah. Jumlah deposito tersebut memang terkesan sangat besar. Namun sebenarnya uang tersebut pada nantinya akan digunakan untuk membiaya hidup sehari-hari Anda.

Bagi Anda yang ingin berkuliah atau berkarir di Jerman namun terkendala dengan besarnya jumlah deposito yang diwajibkan tak perlu cemas sebab ada banyak jalan menuju Roma. Salah satunya adalah dengan mencoba ikut program Ausbildung. Dengan mengikuti program ini Anda bisa mendapatkan pelatihan keterampilan sekolah sembari terjun ke dunia kerja sekaligus, lho. Cukup menarik, bukan?

Pengertian Ausbildung dan Standarisasinya

Ausbildung adalah sebuah program pelatihan keterampilan sekolah sambil bekerja di Jerman. Untuk mendaftar program ini seseorang harus memiliki pendidikan minimal SMA atau sederajat. Atau dengan kata lain Ausbildung bisa diartikan sebagai pendidikan diploma D3 setara pendidikan di politeknik, di mana orang yang mengikuti program ini akan dilatih bekerja dan mendapat bekal ilmu tentang pekerjaan yang dipilih.

Bukan itu saja, peserta program Ausbildung yang disebut Azubi juga akan diberi tunjangan, serta mendapat gaji bulanan seperti pegawai pada umumnya. Biasanya gaji yang diterima oleh para Azubi berkisar antara 600 hingga 1.200 euro. Namun jika sudah lulus Ausbildung, gaji yang didapat bisa mencapai 2 kali lipatnya.

Dalam program Ausbildung para Azubi akan menempuh pendidikan di Berufschule atau Sekolah Profesi. Biasanya kebanyakan perusahaan di Jerman yang membuka program ini, telah bekerja sama pula dengan Berufschule yang berdekatan dengan lokasi perusahaan. Namun, ada beberapa perusahaan yang mengharuskan para Azubi untuk mencari Berufschule secara mandiri.

Lama waktu untuk menempuh program Ausbildung ini tergantung dari bidang apa yang dipilih oleh Azubi. Namun rata-rata Ausbildung ditempuh selama kurun waktu 3 tahun.

Jika sudah menyelesaikan program ini maka para Azubi akan mendapatkan sertifikat dan juga gelar yang bernama Fachkraft atau dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai tenaga ahli. Gelar pendidikan yang didapat dari menempuh program Ausbildung ini juga telah diakui oleh negara – negara dunia.

Jadi apabila para Azubi yang telah selesai melaksanakan program ini ingin bekerja di negara lain, mereka dapat menggunakan sertifikan dan gelar tersebut sebagai referensi.

Jenis Ausbildung

Sama halnya dengan program pelatihan atau beasiswa pada umumnya, program Ausbildung yang dilaksanakan oleh Pemerintah Jerman dan bekerjasama dengan pemerintah dari negara – negara lain ini pun memiliki beberapa kategori atau jenis, yaitu:

Duale Ausbildung

Duale atau Berufliche Ausbildung, adalah jenis Ausbildung di mana praktek kerja lebih diutamakan daripada kegiatan belajar mengajar di Sekolah. Para Azubi yang memilih jenis program Ausbildung ini dalam seminggu memiliki waktu belajar di Berufliche selama 1 atau 2 hari saja. Sedangkan untuk 3 hingga 4 hari lainnya akan digunakan untuk praktek kerja atau magang.

Keuntungan mendaftar jenis program ini adalah para Azubi akan mendapatkan bayaran dari perusahaan tempat mereka mangang setiap bulannya. Bidang pekerjaan yang ditawarkan untuk program ini juga terdiri dari berbagai macam, setidaknya ada lebih dari 350 jenis pekerjaan yang bisa didalami dalam program ini, diantaranya seperti bidang perhotelan, restoran, bartender, teknik, masinis, perbankan, marketing, design grafis, perhutanan, arsitektur, teknik industri, dan masih banyak lainnya.

Schulische Ausbildung

Berbeda dengan Duale Ausbildung di mana para Azubi lebih banyak menghabiskan waktu untuk praktek kerja atau magang, program Schulische Ausbildung lebih mengutamakan teori daripada praktik kerja lapangan. Jadi pada umumnya Azubi yang mengikuti program Ausbildung jenis ini akan menghabiskan waktu belajar di sekolah selama 4 hari setiap minggunya, dan satu hari untuk magang atau kerja praktek.

Karena lebih banyak waktu belajar daripada bekerja, biasanya para Azubi dari program ini tidak mendapatkan gaji, dan mereka juga perlu membayar biaya sekolah sendiri. Namun hal itu tidak berlaku bagi para Azubi yang bekerja di bidang kesehatan, seperti perawat, asisten dokter, dan terapis sebab mereka akan tetap mendapat bayaran untuk jam kerja mereka. Untuk mengambil program Schulische Ausbildung, Azubi juga diwajibkan untuk memiliki uang jaminan atau deposito di akun bank mereka sebesar 10.000 euro.

Ausbildungsorientiertes Duales Studium

Ausbildungsorientiertes Duales Studium merupakan kombinasi antara program Ausbildung dan Suales Studium. Di mana saat lulus dari program ini, peserta yang mengikuti program ini akan mendapatkan dua sertifikat sekaligus, yakni sertifikat Ausbildung sebagai fachkraft dan juga gelar dari universitas seperti bachelor untuk lulusan S1 atau gelar master untuk lulusan pascasarjana.

Lama waktu mengikuti program jenis ini biasanya lebih lama daripada program Ausbildung pada umumnya yakni sekitar 4,5 hingga 5 tahun. Kelebihan yang bisa didapat dari mengikuti Ausbildung Sorientiertes Duales Studium ini adalah saat selesai program, peserta bisa mendapatkan posisi pekerjaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang mengikuti program Ausbildung saja.

Keuntungan Program Ausbildung

Dengan mendaftar dan mengikuti program Ausbildung, Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan yang tentu saja bermanfaat bagi masa depan. Beberapa keuntungan yang bisa diraih dari program ini antara lain;

Mendapat Pengalaman Kerja Sekaligus Belajar

Berbeda dengan program beasiswa pendidikan pada umumnya, program Ausbildung tidak hanya akan memberikan materi – materi pembelajaran saja. Anda juga akan mendapatkan pengalaman langsung terjun ke dunia kerja dengan sistem magang untuk mendalami teori yang didapat dari Berufschule atau Sekolah Profesi.

Selain itu, Anda juga akan mendapatkan tunjangan, gaji bulanan, hingga asuransi kesehatan dari tempat magang. Oleh sebab itu, Ausbildung akan membuat Anda lebih siap untuk menjadi tenaga kerja ahli.

Mendapat Fasilitas Tempat Tinggal

Bagi Anda yang berhasil lolos program Ausbildung dan berangkat ke Jerman, tak perlu pusing memikirkan masalah tempat tinggal selama di sana.

Sebab para peserta Ausbildung alias Azubi akan mendapatkan fasilitas berupa asrama secara gratis. Pada umumnya satu asrama akan ditempati oleh 2 hingga 3 orang, jadi para Azubi bisa mendapatkan teman baru dari negara lain yang bisa juga jadi ajang untuk membuka pergaulan secara internasional tentunya.

Mendapat Sertifikat Internasional

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, setelah menyelesaikan program Ausbildung para peserta tidak hanya akan mendapat gelar sebagai tenaga ahli di bidang yang dipilihnya, namun juga akan mendapatkan sertifikat.

Sertifikat Ausbildung ini telah mendapatkan pengakuan dunia internasional, sehingga para Azubi nantinya bisa menggunakan sertifikat dan gelar yang didapat untuk melamar pekerjaan baik di Jerman sendiri maupun di negara – negara lain.

Membuka Peluang untuk Berkarir Di Dunia Internasional

Jerman dikenal sebagai negara multikultural, jadi selama disana kemungkinan besar Anda akan bertemu dan bekerjasama dengan orang dari negara – negara lain selain orang Jerman sendiri.

Tentu saja hal itu bisa membangun koneksi untuk semakin membuka peluang Anda berkarir di dunia internasional nantinya. Selain itu Anda juga bisa mempelajari budaya dan etos kerja masyarakat Jerman yang berdedikasi tinggi pada pekerjaannya, sehingga Anda pun bisa menerapkannya saat mulai bekerja profesional.

Persyaratan dan Persiapan Ausbildung

Setelah mengetahui lebih dalam tentang Ausbildung dan keuntungan yang bisa didapatkan dari mengikuti program ini, mungkin sebagian besar dari Anda tertarik untuk mendaftarkan diri.

Sebelum mendaftarkan diri untuk mengikuti Ausbildung berikut beberapa persyaratan dan persiapan Ausbildung yang harus dipenuhi.

Pendidikan Terakhir Minimal SMA atau Sederajat

Untuk bisa mendaftar Ausbildung seseorang setidaknya harus merupakan lulusan tingkat SMA atau sederajat seperti SMK atau MAN. Jika saat ini Anda masih atau sedang menempuh pendidikan tingkat SMA, maka Anda memiliki waktu yang lebih banyak untuk memperdalam kemampuan Bahasa Jerman dengan mengikuti kursus Bahasa Jerman. Program ini juga berlaku untuk yang sudah menyelesaikan pendidikan diploma atau strata satu (S1).

Bahkan peluang yang dimiliki oleh lulusan diploma atau S1 cukup besar, karena mereka dianggap lebih memiliki kesiapan mental yang lebih tinggi.

Usia Minimum 18 Tahun, dan Maksimal 35 Tahun

Ada dua kategori usia sebagai syarat mendaftar Ausbildung ini. Pertama adalah untuk usia 18 tahun hingga 25 tahun. Bagi Anda dengan rentang usia ini cukup menyertakan ijazah dan transkrip nilai. Namun untuk Anda yang berusia 25 tahun ke atas dengan batas maksimal berumur 35 tahun, selain menyertakan ijazah dan transkrip nilai, Anda juga perlu menyertakan surat pengalaman kerja sebelumnya. Surat tersebut bisa menjadi salah satu penilaian penting dalam melihat keseriusan Anda di bidang yang ingin diperdalam saat Ausbildung.

Selain itu perlu diingat, untuk mendaftar Ausbildung terdapat syarat untuk nilai akademik dalam setiap jenjang pendidikan. Nilai-nilai yang dibutuhkan akan berhubungan dengan bidang yang akan diambil nantinya. Jadi pastikan untuk memilih bidang yang akan diperdalam sesuai dengan nilai terbaik yang Anda miliki, sebab hal itu berkaitan dengan seberapa Anda telah memahami bidang yang akan dijalani nantinya.

Mengenal Minat dan Motivasi

Sebelum mendaftar program Ausbildung, Anda perlu mengetahui dengan pasti minat atau bidang apa yang akan dipilih untuk diperdalam. Selain itu Anda juga harus memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti program ini serta mempelajari bidang yang dipilih nantinya. Sebab belajar dan bekerja selama 3 tahun di negeri orang termasuk hal yang tidak mudah, jadi dibutuhkan motivasi kuat untuk bisa menjalaninya dengan baik.

Kemampuan Bahasa Jerman

Ausbildung diadakan di Jerman, dan nantinya Anda akan banyak bersinggungan serta bekerjasama dengan orang Jerman, oleh sebab itu sangat penting bagi para calon peserta Ausbildung untuk memiliki kemampuan Bahasa Jerman yang baik, mulai dari pelafalan, berbicara, hingga menulis. Apalagi sejak tahap wawancara, para pewawancara akan menggunakan Bahasa Jerman. Untuk mempelajari dan memperdalam Bahasa Jerman, tentu mengikuti kursus Bahasa Jerman menjadi pilihan yang jitu.

Apalagi untuk bisa lolos Ausbildung ada standar atau level Bahasa Jerman yang wajib dimiliki para calon Azubi. Biasanya perusahaan mempersyaratkan skill bahasa Jerman level B1 atau B2, yang merupakan level kemampuan berbahasa Jerman tingkat menengah. Seseorang yang bukan warga negara Jerman akan dianggap sudah mampu untuk bekerja di perusahaan Jerman saat sudah mencapai level ini.

Pentingnya Kursus Bahasa Jerman untuk Persiapan Ausbildung

Bisa dikatakan tingkat kesulitan Bahasa Jerman lebih sulit dibandingkan Bahasa Inggris.

Misalnya saja dalam Bahasa Jerman terdapat pembagian gender gramatikal (jenis kelamin untuk setiap benda). Selain itu pelafalan dan penulisan dalam Bahasa Jerman juga sangat berbeda dengan Bahasa Inggris.

Oleh sebab itu agar mahir dalam berbahasa Jerman, Anda butuh bantuan kursus Bahasa Jerman agar bisa memenuhi standar level Bahasa Jerman yang ditetapkan untuk dapat mendaftar Ausbildung.

Tingkat kemampuan Bahasa Jerman seorang non Jerman sendiri dibedakan menjadi 3 level. Pertama adalah level A1 atau A2 di mana ini adalah level dalam dalam penguasaan Bahasa Jerman, dimana pada level ini seseorang sudah bisa melakukan percakapan sehari-hari dalam Bahasa Jerman. Kemudian level kedua adalah B1 atau B2 yang merupakan level tengah.

Syarat seseorang sudah lulus level ini adalah ketika orang tersebut sudah bisa berbicara panjang lebar dan menyampaikan pendapat dengan menggunakan Bahasa Jerman yang baik dan benar. Level terakhir, atau level paling tinggi adalah C1 atau C2.

Dalam level ini seseorang sudah sanggup untuk bisa berbicara secara spontan dan panjang lebar, bahkan mampu untuk menulis tulisan ilmiah berbahasa Jerman.

Dalam syarat untuk mendaftar Ausbildung sendiri setidaknya seseorang sudah berada di level B1 dan B2. Namun jika kemampuan berbahasa Jerman lebih dari level tersebut maka peluang untuk lolos program ini pun akan semakin tinggi. Hal ini lah yang akan menjadi fokus lembaga kursus Bahasa Jerman untuk bisa mencapai level yang ditetapkan dalam syarat Ausbildung.

Dalam pembelajaran di kursus Bahasa Jerman, Anda akan diperkenalkan dan diberi materi mengenai Bahasa Jerman dasar, mulai dari gender gramatikal hingga pelafalan setiap kata yang tepat.

Dengan mengikuti kursus Bahasa Jerman Anda tidak hanya akan belajar bagaimana cara berbicara dan berbincang dengan menggunakan Bahasa Jerman, Anda juga akan belajar bagaimana cara membaca dan menulis dengan menggunakan Bahasa Jerman yang tepat.

Kurikulum Kursus Bahasa Jerman yang Perlu Dipelajari

Untuk membantu para calon peserta Ausbildung lembaga kursus Bahasa Jerman memiliki beberapa jenis kurikulum yang efektif dan efisien. Kurikulum pembelajaran Bahasa Jerman ini akan membantu Anda untuk bisa mengembangkan kemampuan Bahasa Jerman Anda dalam waktu yang tergolong singkat, sehingga minimal Anda bisa mencapai level B1 atau B2.

Adapun kurikulum kursus Bahasa Jerman yang akan didapat adalah;

Memahami Pelafalan Alphabet

Jika dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia terdapat 26 alfabet yakni A hingga Z, maka dalam Bahasa Jerman terdapat 3 tambahan huruf (ä, ö, ü) dan 1 huruf eszett (ß). Selain itu pelafalan beberapa huruf dalam Bahasa Jerman juga cukup berbeda dan asing bagi orang Indonesia, misalnya saja huruf J dibaca Yot, lalu Q dicava Ku, V (Vau), dan Y yang dibaca Ipsilon.

Grammatik (Grammar dan Kosa Kata)

Sama halnya dengan bahasa – bahasa yang ada di dunia, Bahasa Jerman juga memiliki tata bahasa atau grammatik baik dalam susunan penulisan maupun percakapan. Salah satu materi yang akan diajarkan dalam kursus Bahasa Jerman adalah grammatik gender. Di mana dalam Bahasa Jerman terdapat 3 macam grammatik gender yakni (maskulin, feminine, dan neutral).

Selain itu dalam kursus Bahasa Jerman, Anda juga akan diajari mengenal kosakata Bahasa Jerman dimulai dari yang biasa diucapkan sehari – hari, seperti memperkenalkan diri, mengucapkan salam dengan perbedaan waktu, kemudian meningkat ke kosakata yang digunakan dalam dunia pendidikan, ilmiah, dan sebagainya

Hören dan Lesen (Mendengarkan Percakapan dan Membaca Tulisan Dalam Bahasa Jerman)

Kurikulum dalam kursus Bahasa Jerman juga meliputi praktik untuk mendengarkan atau yang dalam Bahasa Jerman disebut Hören. Materi pada kurikulum ini akan meliputi sesi mendengarkan pelafalan atau pengucapan kosakata Bahasa Jerman yang bertujuan agar para peserta kursus Bahasa Jerman lebih mudah dalam mengucapkan Bahasa Jerman secara tepat.

Biasanya media yang digunakan bisa dari video, film, maupun langsung dari pengajar yang merupakan native speaker atau penutur asli.

Bukan hanya mendengarkan, kurikulum yang dibuat dalam kursus Bahasa Jerman pada umumnya juga akan melatih para peserta untik membaca tulisan dalam Bahasa Jerman. Mulai dari membaca kosakata sederhana, huruf, hingga kalimat panjang dalam bentuk paragraf,

Sprechen (Praktek Percakapan)

Agar kemampuan Bahasa Jerman dapat berkembang dengan cepat, selain memberikan materi teori para peserta kursus Bahasa Jerman juga akan diajak untuk berlatih percakapan dengan menggunakan Bahasa Jerman dengan teman atau partner kursus dengan didampingi pengajar yang tak lain adalah native speaker.

Dalam sesi praktek ini, para peserta kursus dalam langsung menggunakan kosakata Bahasa Jerman yang sudah mereka pelajari. Jika Anda sudah berhasil melalui sesi ini maka bisa dibilang Anda sudah sampai pada level B1 atau B2.

Schreiben (Praktik Menulis)

Setelah mempelajari berbagai tata bahasa dan kosakata Bahasa Jerman, peserta kursus Bahasa Jerman juga akan diajak untuk berlatih menulis menggunakan tata Bahasa Jerman yang baik dan benar. Untuk kelas pemula, biasanya akan dilatih untuk menulis mengenai hal – hal yang ringan saja seperti hobi dan keluarga.

Sedangkan untuk kelas para pekerja dan mahasiswa pada umumnya mereka akan dilatih untuk menulis hal – hal yang berkaitan dengan profesi, seperti tulisan ilmiah, surat lamaran pekerjaan, perjanjian kerja, dan lainnya.

Biasanya kelas kursus Bahasa Jerman akan dibagi sesuai tingkatan umur. Misalnya untuk pelajar atau remaja, mereka akan diberi materi yang ringan dan sesuai usia mereka. Metode pembelajaran pun dibuat menyenangkan untuk meningkatkan kreativitas dan daya tarik belajarnya.

Kemudian untuk kelas yang ditujukan bagi mahasiswa maupun pekerja yang akan mengikuti Ausbildung biasanya materi kursus Bahasa Jerman akan berhubungan dengan bidang yang akan mereka pilih agar nantinya dapat berkomunikasi dengan lancar saat di Jerman. Adapun materi yang akan diberikan meliputi, komunikasi bisnis, komunikasi untuk profesi di bidang sosial dan kesehatan, komunikasi perhotelan, komunikasi dalam bidang teknik, pariwisata, dan masih banyak lagi.

× How can I help you?