jasa backlink ac.id Edukasi Android Belajar Trading Buzzer Cekresi Coworking cyber duniagames forex inspirasi investasi kerja komputer kredit kursus marketing motivasi pajak redaksi reksadana saham server service software sosial media umkm update vlog Website yandex nusa penida TOEFL Adalah Syarat Wajib Kuliah di Luar Negeri, Benarkah?

Bagi kamu yang sudah kepoin cara kuliah di luar negeri, pasti sudah mengenal ada yang namanya tes TOEFL. Apa sih sebenarnya TOEFL itu? TOEFL adalah tes standarisasi kemampuan berbahasa Inggris.

TOEFL adalah singkatan dari Test of English as A Foreign Language. Artinya, tes ini dilakukan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang yang bahasa ibunya bukanlah bahasa Inggris.

Sedikit mengulas awal munculnya istilah TOEFL adalah saat ETS (Educational Training Service) mewajibkan tes untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris bagi mahasiswa di wilayah Amerika yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Lambat laun, tes TOEFL semakin berkembang secara global tidak hanya di Amerika saja. Termasuk di Indonesia, TOEFL juga sudah semakin populer dan dikenal sebagai salah satu tes wajib untuk kuliah di luar negeri.

 

Apakah Tes TOEFL Wajib?

Ya, TOEFL bisa dikatakan sebagai tes wajib untuk kamu pelajar Indonesia yang ingin daftar kuliah di luar negeri. TOEFL menjadi wajib karena mayoritas perguruan tinggi meminta calon mahasiswa asing untuk memenuhi persyaratan dengan melampirkan sertifikat TOEFL.

Alhasil, TOEFL adalah tes yang wajib kamu lakukan agar mendapat sertifikat yang akan kamu lampirkan sebagai dokumen pendukung saat melakukan pendaftaran kuliah. Selain untuk daftar kuliah, TOEFL juga menjadi persyaratan untuk kamu yang ingin bekerja di luar negeri.

Pada intinya, TOEFL adalah salah satu tes yang harus dijalani bagi kamu yang memiliki keinginan untuk kuliah atau kerja di negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi.

Jenis Tes TOEFL dan Perbedaannya

Tahukah kamu bahwa TOEFL tidak hanya terdiri atas satu jenis tes saja, melainkan memiliki beberapa jenis, antara lain TOEFL ITP, PBT, dan, IBT. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pihak institusi biasanya tidak meminta secara spesifik jenis tes apa yang harus diikuti. Oleh sebab itu, kamu dapat memilih sendiri jenis tesnya sesuai preferensi kamu. Untuk lebih memahami perbedaan antara satu dan lainnya, simak uraian di bawah ini

1. Tes TOEFL ITP

TOEFL ITP merupakan singkatan dari Institutional Training Program. Sesuai namanya, TOEFL ITP adalah salah satu jenis tes TOEFL yang dikhususkan untuk kepentingan institusi.

Artinya, TOEFL ITP adalah pilihan tepat bagi kamu yang ingin melamar pekerjaan di luar negeri. Bentuk dan isi soal sudah disesuaikan dengan kemampuan yang menyangkut institusi atau penggunaan bahasa Inggris secara praktis. 

Selain untuk melamar kerja, sertifikat TOEFL ITP juga dapat digunakan untuk mendaftar beasiswa di beberapa negara tertentu, seperti negara yang ada di Benua Asia dan beberapa negara di Eropa.

Dalam TOEFL ITP, terdapat 3 bagian tes, yaitu listening, reading, dan speaking. TOEFL ITP adalah satu-satunya jenis tes TOEFL tanpa tes writing. Skor minimal untuk TOEFL ITP adalah 310 dan maksimal 677.

Dibandingkan tes TOEFL lainnya, TOEFL ITP mematok biaya paling murah, kamu perlu mengeluarkan biaya sekitar 300 hingga 500 ribu rupiah.

2. Tes TOEFL PBT

TOEFL PBT adalah salah satu jenis tes TOEFL yang masih menggunakan media konvensional berupa kertas. Hal ini sesuai dengan namanya, Paper Based Test.

Jika dalam TOEFL ITP tidak ada tes writing, dalam TOEFL PBT tidak ada tes speaking. Jadi, bagian yang diujikan dalam tes adalah listening, reading, dan writing.

TOEFL PBT lebih fokus menguji tata bahasa atau grammar dengan menyajikan soal mengenai structure dan written expression. Bentuk soal yang disajikan tidak jauh dari hal–hal berbau grammar.  

Jadi, bagi yang merasa kelemahan ada pada grammar, pelajari lebih dalam lagi materi tentang grammar. Kalau kamu sudah tidak sanggup lagi mempelajari tenses yang ada dalam bahasa Inggris, kamu bisa memilih jenis tes selain TOEFL PBT.

Tapi, keuntungan dari TOEFL PBT tidak ada tes speaking loh. Selain grammar, tes speaking merupakan momok bagi pelajar Indonesia karena tidak terbiasa berdialog dalam bahasa Inggris. Oleh sebab itu, sesi ini juga memberatkan bagi beberapa pelajar.

Biaya TOEFL PBT cenderung lebih mahal dari pada TOEFL ITP, yakni membutuhkan biaya sekitar 1,5 juta untuk dapat mengikuti tes.

3. Tes TOEFL IBT

IBT adalah singkatan dari Internet Based Test. Dari namanya sudah dapat dipahami bahwa jenis tes ini lebih canggih dibandingkan dengan TOEFL PBT. 

TOEFL IBT adalah jenis tes TOEFL yang memanfaatkan kecanggihan teknologi, sehingga para peserta akan mengerjakan soal secara online melalui komputer dan jaringan internet.

TOEFL IBT memiliki bagian tes terlengkap karena terdapat 4 bagian, yaitu listening, reading, writing, dan speaking. Karena dilakukan secara online dan menggunakan internet, maka kamu tidak perlu berhadapan dengan penguji.

Hanya terdapat pengawas dalam ruang tes. Bahkan dalam tes speaking, kamu cukup menjawab melalui headphone yang tersedia. Secara otomatis, jawabanmu akan direkam oleh komputer untuk kemudian dinilai.

Meskipun banyak bagian tes yang harus dikerjakan, tingkat kesulitan TOEFL IBT adalah rata-rata, tidak begitu sulit, tetapi juga tidak mudah.

Jika dalam TOEFL ITP total skor mencapai 600, lain halnya dengan TOEFL IBT. Skor maksimal dalam TOEFL IBT adalah 120. Jadi, setiap bagian soal memiliki skor maksimal 30 poin. 

Biaya tes TOEFL IBT merupakan yang paling mahal dibanding dua tes lainnya. Setidaknya kamu harus mempersiapkan biaya sebesar 2 juta rupiah untuk bisa mengikuti TOEFL IBT.

Meskipun terhitung mahal, TOEFL IBT adalah jenis tes TOEFL yang paling populer untuk saat ini karena para pelajar juga sudah beradaptasi dengan komputer, sehingga lebih praktis untuk mengerjakan dibandingkan harus membolak balik lembar kertas.

Selain itu, TOEFL IBT juga telah diterima secara global oleh institusi di seluruh dunia, tidak terkecuali di Amerika yang jauh lebih maju dibandingkan Indonesia.

Jadi, manakah yang menjadi pilihanmu? Ketahui kemampuan yang kamu miliki karena setiap jenis tes memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jika kamu handal dalam grammar, tapi lemah di speaking, ikutilah TOEFL PBT. Namun, jika kamu lebih percaya diri melakukan speaking dibandingkan mengerjakan soal-soal grammar, maka pilihlah TOEFL IBT.

TOEFL apapun yang kamu pilih, pastikan kamu telah menguasai bahasa Inggris dengan baik karena biaya untuk mengikuti tes TOEFL tidaklah murah.

Agar kamu bisa lebih yakin mengikuti TOEFL dengan hasil maksimal, bergabunglah dengan Avana Education. Belajar bahasa Inggris akan lebih menyenangkan dan jauh dari kata bosan bersama dengan tutor Avana Education. Avana Education menjamin hasil TOEFL terbaik.

Kamu juga dapat melakukan sesi konsultasi bersama para konselor yang profesional dan berpengalaman. Lakukanlah konsultasi saat kamu hilang semangat atau mulai pesimis. Dijamin, para konselor akan selalu memotivasi dirimu.

Jangan terlalu lama menunggu, buruan daftarkan dirimu dengan mengisi form di bawah ini atau dengan mengunjungi website www.avanaeducation.com untuk mendapat informasi lebih lengkap.

×

Choose One Of Our Team Members

Avana Would Like To Understand How We Could Help You As Best We Could

×